Pages - Menu

Minggu, 14 Januari 2018

4 Akun YouTube Andalan untuk Olahraga Gratis Sendiri di Rumah!


Sumber: https://www.selfybuzz.com
Sejak pertengahan tahun 2016 lalu, saya kan sudah agak intens menjaga pola hidup menjadi lebih sehat. Jadi tidak hanya masalah menjaga asupan makanan sehari-hari saja tetapi juga berusaha olahraga teratur, setidaknya tiga kali dalam seminggu.

Mungkin kalau kebanyakan orang lebih suka datang ke tempat gym, sampai membayar seorang personal trainer. Kalau harus gerak pecicilan sendiri, takutnya salah posisi atau terjadi cidera serius. Tidak jarang lho banyak kejadian dimana seseorang mengalami cidera saat olahraga. Misalnya kram, keseleo, ada otot atau sendi yang terjepit, bahkan paling parah tulang patah dan ototnya sobek. Ya penyebabnya karena banyak hal, antara lain kurangnya ilmu tentang dunia olahraga dan fitness, kurang pemanasan, terlalu diforsir, posisi badan kurang tepat, dan lainnya. Itulah kenapa personal trainer sangat penting dan disarankan bagi para pemula ketika ingin olahraga sekaligus mencapai goals tertentu. 

Apakah saya juga pakai PT (Personal Trainer?) 

Jawabannya adalah.... TIDAK. 
Sebenarnya sangat pengen tapi sayang sama duitnya, huhuhu. Pergi ke gym aja suka bolong-bolong karena tidak langganan tapi bayar tiap pertemuan. Hehehe 
Nanti deh kalau sudah jadi blogger terkenal, baru deh bayar PT paling terpercaya dan berpengalaman. Haha ngarep, ya the name is also effort (namanya juga usaha).  
Nah, kalau saya tidak bayar PT ataupun jadi member di gym, gimana caranya agar usaha bentuk body cepat berhasil nih? 

Ada kok banyak cara melakukan exercise sendiri di rumah. Sudah gratis, tidak perlu jauh-jauh ke gym, nyaman, tentram, damai. Loh, nanti kalau terjadi cidera atau salah posisi bagaimana dong? Kan harus gerak-gerak tanpa adanya pelatih khusus? 

Solusinya adalah dengan mempelajari berbagai macam hal tentang dunia olahraga serta fitness itu sendiri. Belajar bagaimana cara melakukan tiap gerakan dengan benar, jenis body exercise, posisi anggota tubuh, cara atur nafas, angkat beban, pola makan, sampai perhitungan jumlah kalori masuk dan terbuang. 

Ribet sekali sih, tapi lama kelamaan bakal asik juga. Kita jadi lebih mengetahui dan semakin mencintai kesehatan tubuh dengan mencoba melakukan berbagai hal terbaik, seperti jaga makanan dan berolahraga teratur. 

Selain itu, saya juga sering mencari berbagai macam referensi lewat internet mengenai body exercise rumahan. Alasannya ya tentu saja supaya hemat ongkos jajan sehari-hari, tidak harus bergantung pada peralatan ataupun instruktur di tempat gym. Tapi saya bisa bakar kalori dan membentuk badan sendiri di rumah. Tapi saya tidak asal-asalan olahraga, tapi mengikuti gerakan panduan yang sudah di download dari YouTube.

Ada 4 akun YouTube andalan yang rutin saya tonton tiap kali update video terbaru. Bahkan saya download dan simpan di laptop agar bisa diliat kembali dan dipraktekkan gerakan-gerakan olahraganya. 

Apa saja akun YouTube kesayangan saya? 

  1. Chloe Ting 
Yang pertama ada si cantik dengan body killer yaitu Chloe Ting. Dia dulunya seorang fashion blogger dan selebgram deh kalau tidak salah. Sering upload berbagai macam gaya pakaian dan OOTD  gitu. Sekarang Chloe lebih intens menjadi youtuber dan tinggal di Australia. Dia sering upload video tentang home and daily exercise, mulai dari gerakan membentuk perut, otot dada, pantat, cardio, dan tips trik seputar kesehatan tubuh. Selain itu, video lain yang diupload adalah resep makanan diet sehat, tutorial makeup, mix and match pakaian, atau ceritanya saat travelling ke tempat-tempat keren. Yang saya suka dari Chloe, dia lebih senang menggunakan cara-cara alami untuk membentuk body goalsnya. Caranya dengan melakukan exercise rutin dari upper body (dada, lengan, punggung) hingga lower body (perut, pantat, kaki). Ditambah lagi dengan pola makan sehat tetapi memasak sendiri setiap menu makanan dietnya. 

  1. Yulia Baltschun 
Akun YouTube kedua yaitu miliknya Mbak Yulia Baltschun. Seorang hot mom blasteran Germany dan Sunda. Ternyata dia merupakan salah satu kontestan Master Chef Indonesia hlo! Dulu badannya sendiri agak gemuk dan belum sebagus sekarang. Setelah melahirkan, barulah Mbak Yulia berkomitmen olahraga dan menerapkan hidup sehat. Di akun YouTubenya, dia berbagi banyak sekali info seputar dunia fitness dan diet. Hebatnya lagi, semua informasi yang di share hasil praktek sendiri dan didukung dari sumber serta ahli di bidang tersebut. Contohnya seperti ahli gizi, pelatih fitness, dokter, dan sebagainya. Bahkan saking ingin membuktikkan kalau informasinya dapat dipertanggungjawabkan, dia melakukan research sendiri. Misalnya makanan apa saja yang membuat perut menjadi buncit. Yulia Baltchun memberikan berbagai macam tips trik sehat, gerakan home exercise mulai dari kardio sampai pembentukan bagian tubuh tertentu. Selain itu juga memberikan resep makanan diet enak dan gampang dibuat. 

  1. Tess Begg 
Yang ketiga ada youtubers bule cantik bernama Tess Begg. Saya awalnya iseng menemukan akun miliknya. Tapi kok lama kelamaan suka dan akhirnya menjadi salah satu subcribernya. Tess Begg sendiri lebih suka mengkonsumsi makanan berupa sayur dan buah karena dia memang vegetarian. Dia senang membagikan banyak video olahraga yang bisa dilakukan di rumah, tempat gym, bahkan outdoor sekalipun. Mulai dari jenis kardio sampai ke body building. Selain itu, dia pun senang memasak sendiri makanan diet sehatnya. Jadi kalian bisa melihat dan mencoba berbagai resep yang dibagikan lewat video di channel YouTubenya.

      4. Rebecca Louise

Akun YouToube terakhir adalah milik Rebecca Louise yang juga merupakan seorang instruktur olahraga. Rebecca punya berbagai macam jenis video exercise yang bisa kalian pilih sendiri sesuai kebutuhan dan keinginan. Lengkap sekali lho, ada kardio, yoga, flat stomach exercises, boobs exercises, upper dan lower body building.


Apalagi kalau lihat body nya Rebecca, sudah pasti langsung termotivasi dan semangat untuk olahraga. Bule cantik yang satu ini punya bentuk tubuh super keren mulai dari bagian atas sampai bawah. Gerakan-gerakan yang diberikan juga tidak terlalu sulit karena kebanyakan memang merupakan home and daily exercises. Jadi, kalian tidak perlu menggunakan banyak peralatan olahraga seperti di tempat gym. Bahkan Rebecca sering membagikan gerakan olahraga yang hanya pakai matrass yoga, dumbbell kecil atau malah tanpa peralatan sama sekali. Ya, modal badan dan kemauan saja sih, hehehe.  

Sampai sekarang, masih empat akun YouTube itu saja sih yang saya jadikan panduan terus sampai sekarang. Orang-orang di atas memang patut diacungi empat jempol sekaligus karena sangat berkomitmen dengan pola hidup sehat yang dijalani. Selain untuk dirinya sendiri, mereka juga mau berbagi dengan orang lain. 

Meskipun saya lebih sering olahraga sendiri di rumah, tapi sesekali tetap suka kok datang ke tempat gym. Ya mau bagaimana lagi, di sana kan peralatan olahraganya lebih lengkap sehingga cocok sekali untuk melakukan body building. Kalau bosan, saya juga sering lari di berbagai macam tempat asik di Semarang, tapi lebih ke daerah sepi, adem, tenang, dan tidak banyak kendaraan lalu lalang sih. Misalnya saja di kawasan wisata Banjir Kanal Semarang, jalanan dekat perumahan BSB, wisata Pantai Marina, dll. Dan bersyukur sekali ketika di Kota Semarang tercinta ini disediakan banyak fasilitas lapangan lari umum, seperti di Tri Lomba Juang, kampus UNNES, UNDIP, bahkan stadion Diponegoro. 

Semoga informasi dari saya kali ini bisa bermanfaat atau malah memotivasi kalian agar makin semangat memulai hidup sehat ya. Thank you for reading ☺☺☺



Senin, 08 Januari 2018

Badan Sehat Itu Nomor Satu, Ini Motivasi Pertama Saya untuk Mengubah Pola Hidup!

Tahun sudah berganti, sekarang sudah masuk ke 2019. Baik saya maupun kalian punya target hidup yang ingin dicapai agar bisa jadi pribadi lebih baik kan ya. Masa sih mau stuck di tempat yang sama. Menghadapi hal-hal yang itu itu saja tanpa adanya perubahan serta perkembangan nyata? 

Kalau untuk tahun ini, salah satu target saya adalah punya badan body goals, sedikit atletis. Dengan perut rata semi toned abs gitu, lengan, bahu, dan dada kencang. Seperti para junjungan saya yang badannya kece badai yaitu Mommy Jennifer Bachdim, Cinta Laura Khiel, Sophia Latjuba dan Andrea Dian. 
@claurakhiel @jenniferbachdim
Mereka tuh punya bentuk tubuh yang tidak hanya langsing tetapi berisi dan atletis dengan adanya sedikit otot-otot kencang. Jadi kesannya lebih menarik dan dilihat tuh segar, bugar, seksi, dan strong. Beda dengan model-model yang hanya menekankan pada kurus langsing saja. 

Kebanyakan wanita kan memang konsen membakar lemak tubuh. Kemudian takut jika disuruh melatih otot seperti angkat beban. Alasannya karena tidak ingin badannya seperti atlit gulat. That's so classic! Hehe 

Jadi di post kali ini saya ingin cerita dulu mengenai pengalaman mengubah pola hidup. Ya, saya memutuskan untuk lebih peduli terhadap badan agar senantiasa sehat bugar terhindar dari segala macam penyakit mematikan. Dan tentunya dengan bonus penampilan semakin proporsional dan punya nilai lebih dari segi fisik (I admit it, this is really important as well). 

Apa yang pertama kali membuat saya sadar kesehatan? 
Motivasi pertama untuk mencoba melakoni pola hidup lebih sehat adalah dari keluarga sendiri. Jadi ceritanya, mami saya mengidap penyakit komplikasi yang bisa dibilang parah tidak parah sih. Mulai dari diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol, maag, dan vertigo. Jadi ketika badan sudah drop maka semuanya bisa kambuh secara bersamaan. Sempat juga beberapa kali dirawat di rumah sakit dalam jangka waktu berurutan. Jadi, dipulangkan selama seminggu, penyakit kambuh dan dirawat lagi di rumah sakit. Kejadian tersebut terjadi waktu saya masih kuliah, kira-kira semester 4 mungkin (lupa), tahun 2015 an. 

Pernah juga diperkirakan kena guna-guna karena diobati bukannya sembuh tapi malah menjadi. Kemudian muncul tanda aneh juga, seperti telinga berdenging, badan menggigil gemetaran terutama saat magrib, dan sebagainya. Padahal sewaktu di rawat intens di RS, mami melakukan pengecekan lengkap, termasuk endoskopi. Tapi tidak ada satupun kerusakan atau penyakit berbahaya di dalam badan. 

Setelah itu, mami berangsur membaik keadaannya. Tapi tahun 2017 kemarin mulai kambuh lagi dan sampai masuk RS. Bertepatan dengan embah putri saya di Jawa Timur masuk RS juga karena mengidap tumor yang sudah menjalar ke seluruh organ tubuh. Ini yang saya bingung, perasaan embah tidak memiliki riwayat penyakit kronis apapun. Bahkan badannya tetap segar bugar, sering beraktivitas meski sudah sepuh. Akhirnya tumor tersebut tidak terdeteksi sampai menjadi parah dan merenggut embah saya. 

Baik, intinya adalah saya malah lebih memikirkan ke keadaan keluarga yang kainnya, khususnya papi dan adek. Kenapa kok begitu? Wah anak durhaka nih, malah tidak khawatir kondisi yang lagi sakit. 
Jadi, papi saya terlihat sangat sangat tertekan. Pontang panting kesana kemari, mengurus pekerjaan, istri di rumah sakit dengan penyakit yang bisa dibilang tidak jelas (karena waktu itu belum ketemu penyebab pastinya). Apalagi kemarin bertepatan dengan sakitnya embah putri. Sampai beliau wafatpun, mami masih dirawat dan saya yang tunggui seharian. 

Dari sinilah saya kemudian sadar dan ingin sekali berkomitmen untuk menjalani hidup sehat sedikit demi sedikit. Ya mulai dari mengurangi konsumsi nasi putih, makanan terlalu asin, manis, berpengawet, junk food dan semacamnya. Kemudian juga mulai intens berolaraga ringan, seperti jogging dan berenang. 

Yang dipikirkan pada pertama kali adalah, pokoknya saya harus sehat. Tujuannya agar bisa hidup lebih lama, tidak merepotkan keluarga (suami, anak). Agar bisa mengurus mereka juga sampai waktu yang lama. Kemudian alasan lain yaitu kalau punya fisik sehat kuat maka bisa berusaha meraih, mengejar cita-cita dan impian besar saya. Coba bayangkan kalau sakit-sakitan, badan lemas, gampang lelah dan sebagainya. Rasanya, ingin belajar atau melakukan hal-hal positif lainnya sudah malas. 

Bagaimana proses penerapan pola hidup sehatnya?
Saya mulai dengan mengurangi konsumsi nasi. Kalau dulu, saya memang orangnya hobi makan besar, bukan ngemil jajan seperti kebanyakan teman lainnya. Sampai-sampai orang bilang saya ini cacingan, hahaha. Karena makan banyak, nasi satu bakul, tapi badan tetap kurus. 

Tapi, bukan begitu ya penjelasannya. Kenapa badan saya kok tidak gampang melar meskipun makan dengan porsi kuli? Ya karena metabolisme tubuh yang sangat cepat. Memang saya cepat sekali berkeringat, atau ingin BAB ketika setelah makan banyak. Proses pencernaan yang begitu kilat juga ya. Baru makan, tau-tau sudah ingin pup saja. 

Kembali ke persoalan nasi. Orang Indonesia memang makanan pokoknya nasi putih, agak kaget dan belum terbiasa kalau disuruh lepas dari makanan tersebut. Jadi, saya belum berani untuk tidak konsumsi nasi sama sekali dalam sehari. Hanya porsinya saja yang dikurangi. Kalau dulu, sehari makan 3 sampai 4 kali maka sekarang hanya 2 kali saja. Itupun porsi nasi dikurangi, tidak sebanyak dulu. Nah, ketika saya sudah terbiasa, kurangi lagi intensitas makan dan porsinya jadi satu kali sehari. Tapi saya mengganti asupan karbohidrat pakai sumber lain, seperti jagung rebus, kentang rebus, ubi, oatmeal dan sebagainya. Ini nih contoh menu makanan saya!
Oatmeal daging wortel, oatmeal cokelat pisang, salad telur sayuran, tempe sambal kukus lalapan
Dulu, mami pernah ngomel karena saya terlalu bayak makan nasi. Takut kena gejala diabetes karena dari pihak keluarga juga sudah ada riwayat penyakit tersebut kan. 

Selain mengurangi nasi putih, saya juga perbanyak makan serat seperti sayur dan buah. Cara masaknya ikut-ikutan orang yang sedang berdiet. Saya suka buncis rebus dicocol saus mayo, telur rebus atau orak arik setengah matang, wortel mentah, intinya jarang dimasak pakai bumbu aneh-aneh. 

Olahraga apa yang saya lakukan?
Dulu sih lebih suka jogging di dekat rumah karena memang udaranya masih segar. Jadi setelah mami keluar masuk rumah sakit, papi saya mulai intens mengajak olahraga bareng. Untungnya, rumah saya dekat dengan kawasan hutan karet dimana ada jalanan sepi yang baru dibangun, belum dibuka untuk jalur lalu lintas kendaraan. Akhirnya tiap hari jam 6 pagi, kami sekeluarga berangkat jogging. SETIAP HARI LOH!! Camkan itu, hehehe. 

Mau badan sudah capek, bangun tidur pegal-pegal, otot kaku, tapi papi tetap maksa bangunin saya dan adek. Pokoknya harus lari tanpa bolos seharipun. Maklumlah papi memang latar belakangnya dari orang militer, jadi kalau di rumah banyak pakai didikan ala tentara juga. Tapi tidak apa sih, bersyukur juga karena saya bisa belajar menjadi pribadi yang lebih disiplin. 

Meskipun kami dilatih lari setiap hari, tapi papi saya tetap melatih secara bertahap. Karena badan masih belum terbiasa olahraga, jadi tahap pertama adalah jalan cepat sampai beberapa kilometer. Saya tidak diperbolehkan lari dulu selama 2 hari, dengan tujuan membiasakan otot badan terutama kaki. Katanya sih kalau langsung lari, otot bisa kaget dan alhasil kurang efektif manfaatnya. Setelah itu, saya pun mulai lari kecil. Papi bilang kalau lari tidak perlu ngoyo alias terlalu dipaksa. Cukup lari kecil tapi usahakan jangan banyak berhenti atau istirahat. 

Kebiasaan tersebut akhirnya terhenti karena jalan raya yang kami pakai sudah dibuka untuk lalu lintas. Saat ini, saya biasanya lari di lapangan olahraga kampus atau di daerah wisata Banjir Kanal Semarang. Diusahakan rutin sih, bahkan saya bisa lari seminggu 3-4 kali tiap sore. Apalagi ketika sedang pergi sama "kangmas" (you know lah). 

Saya selalu minta mampir mlipir ke pinggir kali Banjir Kanal untuk lari kurang lebih 15 menit. Ditambah exercise lapangan ringan seperti squads, sit up, jumping jack, lompat tali selama 15 menit. 
Tempat lari favorit di Lapangan Olahraga UNNES Semarang
Selain lari,  saya juga melakukan exercise rumahan. Jadi senam dan gerak sendiri dengan panduan video di YouTube. Saya koleksi banyak sekali video exercises, mulai dari jenis kardio, membentuk perut, paha, lengan, sampai dada. Nanti di postingan berikutnya, saya bakal bahas tentang exercise yang biasanya saya lakukan di rumah ya! 

Kemudian, akhir-akhir ini saya juga suka datang ke tempat gym. Kalau di sana, saya tidak fokus ke jenis olahraga kardio karena badan sudah cukup kurus. Jadi lebih ke angkat beban ringan, melatih dan membentuk otot saja sih. Tapi agak jengkel juga karena setiap keringat saya mau keluar, sudah langsung kering karena tempat gym nya pakai AC. Padahal kalau badan sudah mengeluarkan keringat, rasanya kan sangat puas, segar, enteng, dan feel free gitu deh. Berasa bagaikan atlit yang berhasil mencetak score tertinggi. 
"We are the champion, my friends....." (singing)

Nah, sekian dulu sedikit pengalaman dan kisah saya mengenai perubahan pola hidup. Sebenarnya masih panjang dan banyak hal lagi yang ingin saya bagikan kepada kalian. 
Tunggu apa lagi memangnya? Menunggu kalau penyakit kronis sudah mulai menggerogoti tubuh kita? Atau menunggu kalau keluarga sudah kerepotan mengurus biaya pengobatan? Atau malah menunggu kalau cita-cita dan impian kita terhambat karena kondisi fisik yang kurang sehat? 
Disini saya ingin sekali mengajak kalian untuk ikut hidup sehat. Mungkin beberapa dari kalian ada yang tertarik, termotivasi atau terinspirasi sehingga ingin berjuang demi kesehatan juga seperti saya. 

Terimakasih telah membaca, maaf kalau ada salah kata.  ^.^


Rabu, 03 Januari 2018

Mengingat Jejak Langkah Tan Malaka, The Forgotten Founding Father


Jika mendengar nama tokoh pahlawan Indonesia yang satu ini, sudah pasti akan ada banyak sekali masyarakat yang berteriak “komunis! pengkhianat negara!"

Memang tidak bisa dipungkiri jika Sutan Ibrahim Datuk atau yang lebih dikenal dengan Tan Malaka merupakan salah satu tokoh utama PKI atau Partai Komunis Indonesia. Beliau adalah pahlawan dengan pikiran paling revolusioner pada zamannya. Memiliki puluhan gagasan berani bahkan terbilang nekat demi mengubah Indonesia menjadi suatu bangsa yang unggul. Meskipun begitu, namanya hampir tidak dikenal oleh generasi muda masa kini. Mata pelajaran serta buku-buku di sekolah pun sama sekali tidak menyebut nama Bapak.
Dulu sewaktu SD, tokoh pahlawan revolusi melegenda yang saya kenal hanya Bung Karno, Bung Hatta, Sutan Sahrir, Moh. Yamin, A.H Nasution, Jendral A. Yani, Soeharto, dan sebagainya. Ya, nama Tan Malaka seolah-olah sengaja dilenyapkan dari catatan sejarah. Seakan tidak ingin para generasi muda mengetahui jejak perjuangan beliau. Atau mungkin takut jika ada beberapa di antara mereka yang berpotensi menjadi seorang Tan Malaka muda. Nobody knows…..
Satu hal yang perlu digaris bawahi dan dicetak tebal. Seorang Tan Malaka memang merupakan tokoh utama serta pemimpin besar di Partai Komunis Indonesia. Akan tetapi, beliau bukan tokoh apalagi dalang dari pemberontakan serta penghianatannya. Pasalnya, sebagian besar masyarakat Indonesia masih mengira kalau Bapak Republik ini turut menjadi salah satu dedengkot kejadian keji G30S/PKI. Betulkan demikian?
Jujur saja, awal kali saya membaca buku-buku sejarah baik pelajaran maupun umum, sempat geram juga dengan si Bapak (Tan Malaka). Pertama karena mengetahui basis ideology yang dipakai adalah komunis. Pada saat itu, saya langsung tertuju pada sebuah peristiwa pemberontakan, penculikan, pembunuhan G30S/PKI di tahun 1965.
Dari situ saya juga berfikir, kobisa di Indonesia tercinta terjadi pertumpahan darah yang dilakukan oleh rakyatnya sendiri. Pemberontakan PKI pada 30 September 1965 pada waktu itu betul-betul meninggalkan bekas luka yang tidak bisa dilupakan sampai saat ini. Bagaimana tidak?
Indonesia dijajah bangsa lain, sudah jadi hal wajar. Toh kita memang negara kaya, punya berbagai macam hasil bumi dan lautan berlimpah ruah. Tak heran dong jika ada negara lain yang merasa iri dan punya hasrat untuk mengeksploitasi? Kemudian masalahnya adalah ketika Indonesia sudah diperangi oleh rakyatnya sendiri. Yang dulunya sama-sama berjuang, perperang, memeras darah dan keringat demi satu tujuan yaitu kemerdekaan Indonesia. Setelah merdeka dari tirani Belanda-Jepang, negara dihadapkan dengan cobaan “Perang Saudara”. Tragis dan ironis memang…
Pemberontakan yang dilakukan oleh beberapa oknum PKI sendiri masih menyimpan banyak rahasia hingga sekarang. Siapakah dalang dibaliknya? Betulkah ada konspirasi, politik, bahkan adu domba di baliknya? Mungkin sekarang ada banyak sejarahwan serta pengaman kondhang yang berhasil sedikit demi sedikit mengungkap kebenaran tersembunyi. Dan dari sebagian besar sumber mengatakan kalau Presiden Soeharto menjadi dalang dari peristiwa tersebut. Akan tetapi, sebagai orang bijak maka tidak seharusnya kita hanya percaya pada satu sisi ataupum sumber saja. Mengingat betapa rumitnya memecahkan misteri dari G30S/PKI itu sendiri. Saya belum ingin membahas detail mengenai pemberontakan tersebut, melainkan mengenai ada atau tidaknya keterlibatan sang pendiri PKI yaitu Tan Malaka. Tujuannya agar bisa meluruskan informasi dan sejarah yang selama ini cukup membuat masyarakat kita salah berasumsi.

Tan Malaka Peduli Kaum Murba atau Proletar
Idiologi komunisme sendiri memang sering dianggap buruk bagi sebagian besar orang Indonesia. Puncaknya adalah ketika terjadi pemberontakan PKI dengan membunuh beberapa pemimpin TNI paling berpengaruh. Padahal dulunya PKI merupakan salah satu partai besar, hampir sejajar dengan partai SI atau Sarekat Islam.
Tan Malaka memutuskan berkecimpung dalam PKI dengan tujuan ingin membela, mengayomi, mendidik, dan membekali para kaum proletar (buruh, petani, budak, dan rakyat jelata yang tertindas kolonialisme) dengan ilmu atau pendidikan layak. Alasannya, pada masa itu Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Era kolonialisme sangat merendahkan kaum bawah sehingga mereka diperlakukan tidak adil bahkan jauh dari kata layak. Terlebih lagi masalah pendidikan dimana hanya bangsawan beserta keturunannya lah yang diperbolehkan belajar di sekolah.



Inilah yang kemudian membuat Bapak Republik kita merasa empati dan ingin melakukan suatu hal besar untuk menciptakan perubahan. Beliau memang fokus pada kaum tertindas dan proletar dibandingkan dengan para borjuis. Salah satu cita-cita besarnya yaitu ingin mendirikan sekolah bagi kaum proletar serta rakyat jelata. Pada akhirnya keinginan tersebut berhasil dicapai, terbukti dengan berdirinya sekolah kerakyatan pertama yang berbasis di Kota Semarang.

Tujuan dari cita-cita Tan Malaka tak lain adalah untuk mencetak para kader serta generasi bangsa yang revolusioner. Dalam sekolah rakyat yang dibangunnya terdapat tiga tujuan utama yaitu:
  1. Pendidikan ilmu keterampilan/ Ilmu pengetahuan
  2. Pendidikan organisasi/ sosial/ bergaul dan berdemokrasi
  3. Pendidikan agar rakyat selalu berorientasi ke bawah, peduli dengan sesama, terutama kaum tertindas.

Tan Malaka Tak Setuju PKI Memberontak
Kalau masih ingat, ada dua tokoh yang paling terkenal karena menjadi dalang dalam pemberontakan G30S/PKI, yaitu Musso dan D.N. Aidit.
Lalu bagaimana dengan Tan Malaka?

Beliau memang merupakan mantan pimpinan di PKI, akan tetapi sama sekali tidak setuju apabila partai tersebut melakukan pemberontakan. Bahkan sebelum pristiwa berdarah itu terjadi, Tan Malaka seringkali menolak dan memberikan pernyataan tidak setuju terhadap beberapa rencana PKI.

Salah satunya seperti kejadian pada November 1926, PKI berencana melakukan pemberontakan terhadap Belanda di Sumatera Barat dan Jawa Barat. Kemudian langkah tersebut ditolak keras oleh Tan Malaka. Pada akhirnya pemberontakan berhasil dipadamkan oleh pemerintah kolonial. Ribuan rakyat dibunuh, dipenjara dan diasingkan. Setelah itu, pemerintah kolonial melarang pergerakan dan peredaran PKI. Namun begitu, partai yang satu ini tetap hidup serta bergerak di bawah tanah untuk bangkit dan menyusun strategi baru.

Ada info lain yang saya dapatkan yaitu dari mantan acara Mata Najwa (tayangan lama sih). Topik yang diangkat adalah mengenai Tan Malaka sebagai Bapak Republik Indonesia dimana sepak terjangnya dalam kemerdekaan negara sering dilupakan. Saya mendapat informasi sekaligus fakta dimana Tan Malaka sama sekali tidak terlibat dalam pemberontakan G30S/PKI. Bahkan beliau seperti mengharamkan terjadinya peristiwa bengis tersebut. 

Narasumber Mata Najwa yang merupakan pihak pengamat serta anggota keluarga dari Tan Malaka sendiri memberikan kesaksian dan pendapatnya. Disebutkan kalau Musso sendiri bahkan ingin menghabisi Bapak kalau sampai ketemu. Pada masa itu, Tan Malaka memang hidup secara sembunyi-sembunyi karena diburu oleh banyak orang dan polisi rahasia dari dua benua sekaligus. Beliau mengalami masa perburuan kurang lebih sampai 20 tahun lamanya. Bisa diambil kesimpulan, bagaimana mungkin seorang pimpinan pemberontak PKI yaitu Musso juga menginginkan kematian Tan Malaka. Kalau saja beliau memang betul terlibat dalam aksi kejam tersebut.

Artikel ini hanya merupakan tumpahan opini pribadi hasil dari proses belajar saja. Bukan berarti saya sangat tau ataupun sok tau mengenai kisah Tan Malaka ataupun misteri PKI itu sendiri. Saya hanya membagikan apa yang saya dapatkan sekaligus isi pikiran saya. Jadi, apabila ada salah informasi, penggunaan kata, dan makna yang kurang baik dan tepat maka maafkanlah saya.

Kalau kalian punya info yang lebih akurat atau opini pribadi, silahkan berbagi di kolom komentar ya. Mari saling belajar dengan memberi dan menerima segala pengetahuan secara bijak dan sopan. Terimakasih ^.^